Headlines News :
Free Shoutcast Hosting
Radio Stream Hosting
Gaza Travel
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Luar Biasa, SPK All New Nissan Grand Livina Tembus 1.000 Unit

DENPASAR - Kendati baru saja diluncurkan tanggal 29 Mei lalu Nissan Motor Indonesia (NMI) mengatakan telah mendapat pesanan lebih dari 1.000 unit All New Grand Livina. Pemesanan mulai terdongkrak setelah event media test drive yang digelar seminggu sebelum peresmiannya berlangsung.

"SPK (surat pemesanan kendaraan) sudah mencapai 1.000 unit lebih. Terbantu dari peranan media saat test drive di Sentul, masyarakat luas jadi tahu tentang kehadiran All New Grand Livina sebelum peresmiannya," tukas Arga Bima, Communication Manager NMI saat ditanya Okezone di Bali, Senin (3/5/2013).

Arga juga lanjut mengungkapkan varian yang paling diminati adalah tipe XV. "Lebih cenderung didominasi yang XV," papar pria ramah ini.

Mengusung mesin baru HR15DE yang sama dengan Nissan Juke serta kehadiran teknologi baru pada transmisi otomatis Xtronic CVT (Continuous Variable Transmission), NMI mengklaim peningkatan angka efisiensi bahan bakar meningkat sebanyak 13 persen secara keseluruhan. Pembuktiannya, dalam sesi test drive di sirkuit Sentul, All New Grand Livina 1.5 A/T mampu mencapai perbandingan 26,5 km untuk 1 liter pertamax.

Berbagai macam perubahan dari generasi yang terdahulu tidak hanya terjadi dari sektor mesin, namun juga merambah ke sisi eksterior, interior, audio, dan kaki-kaki. Diantara itu semua yang paling mencolok adalah tipe X-Gear yang dulu crossover 5 penumpang kini menjadi MPV 7 penumpang.


Sumber: okezone.com

Gandeng BUMN, Filiphina Siapkan 25 Hektar untuk Kebun Sawit

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk bersiap diri guna guna menindaklanjuti kerjasama dengan negara Filiphina. Langkah itu sebagai upaya untuk ekspansi usaha BUMN bidang perkenunan ke luar negeri.

"Kita belum koordinasi dengan teman-teman di PTPN, tapi saya sudah perintahkan mereka supaya siap. Karena dalam waktu dekat BUMN akan ke Filiphina," ujar Dahlan di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (31/5).

Menurut Dahlan, pada tahap awal kerjasama itu Filiphina mengaku siap menyediakan lahannya seluas 25 ribu hektar tahap awal untuk ditanami kelapa sawit. Nantinya, kata Dahlan, BUMN akan bekerja sama dengan perusahaan sejenis milik pemerintah Filiphina.

"Mereka sudah siap 25 ribu hektar. Di sana ternyata juga ada BUMN, salah satunya bank tanah," terangnya.

Dahlan menuturkan, Indonesia memang lebih maju dalam hal perkebunan kelapa sawit dibanding Filiphina. Karenanya, melalui kerjasama itu Filiphina akan berguru ke Indonesia.

Dahlan Iskan Resmikan Kapal Termewah Milik ASDP

MERAK - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini (10/6) meresmikan kapal termewah dan terbesar milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) bernama KMP Portlink. Nantinya, kapal itu akan melayani penyeberangan Merak-Bakauheni.
Sebelum meresmikan kapal ini, Dahlan sempat berkeliling dari satu lantai (deck) ke lantai lainnya.  Dahlan juga sempat mengecek keadaan skoci yang berada di atas kapal.

Dengan peresmian kapal baru ini, Dahlan berharap bisa mengurangi tingkat kepadatan para penumpang terlebih menjelang lebaran. "Setiap lebaran, penyebrangan pasti macet dan padat sekali, apalagi kapal-kapalnya kurang. Untuk itu ASDP membeli kapal bekas dari Inggris," ujar Dahlan saat meninjau kapal KMP Portlink ini di Merak, Senin (10/6).

Mengapa harus membeli? Menurut hematnya, membuat kapal baru membutuhkan waktu lebih lama lagi, sementara lebaran tinggal beberapa bulan. Meski begitu, Dahlan tetap menginstruksikan pembuatan kapal.

"Kalau membangun kapal sendiri butuh waktu 2-3 tahun lagi, kepadatan ini harus segera diatasi. Sambil menunggu ini,  kita juga buat kapal baru dan kapalnya lebih besar dari yang sekarang dan sekarang lagi proses tender," paparnya. "Saya kira kita bisa saksikan kapal terbaik di seluruh Indonesia saat ini."

KMO Portlink milik PT ASDP yang hari ini diresmikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Foto: Yessy A/JPNN
Acara ini turut pula dihadiri Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Ferry Indonesia Danang Baskoro, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan beberapa jajaran direksi BUMN. Acara ini juga turut dimeriahkan oleh grup band Slank dan penyanyi Syahrini.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal pada pengguna jasa. KMP Portlink adalah satu-satunya kapal ferry Ro-Ro (roll on-roll off) Indonesia yang menyajikan fasilitas lengkap bagi para penumpangnya.

Seluruh masyarakat terutama pengguna jasa lintas Merak-Bakaehuni berhak mendapatkan kenyamanan dan kemewahan dengan ruang car deck yang sangat luas mampu menampung 250-300 kendaraan. Kapal ini juga dapat mengangkut sekitar seribu orang.

Regulasi Mobil Murah Rampung

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya berhasil keluar dari tekanan jual pasca dilanda koreksi selama sepekan. Pada penutupan perdagangan Rabu (12/6), IHSG menanjak 87,94 poin (1,91 persen) ke level 4.697,88. Setali tiga uang, indeks LQ45 juga menguat 20,25 poin (2,67 persen) ke posisi 777,53.
   
Kenaikan IHSG banyak didorong saham-saham industri. Seperti sektor aneka industri menguat 6,14 persen, manufacture basic industry naik 4,63 persen, dan manufaktur menanjak 4,69 persen. Berikutnya disusul consumer goods naik 3,91 persen, properti (3,62 persen), agriculture (2,29 persen), serta infrastructure (0,88 persen). Sebaliknya, indeks pemberat bursa datang dari dua sektor antara lain tambang minus 0,65 persen dan finance berkurang 0,3 persen.

Sepanjang perdagangan bursa berjalan ramai dengan total frekuensi 223.950 kali transaksi pada volume 6,39 miliar lembar saham senilai Rp 10,67 triliun. Kendati demikian, bursa masih dilingkupi aksi jual asing dengan total jual bersih Rp 2,17 triliun. Saham-saham yang banyak dijual asing di antaranya BBRI, BBCA, BMRI, ASRI, dan BBNI.

Head of Research Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski masih mencatatkan net sell, tetapi tekanan jual asing sudah terbatas. Selain itu, rendahnya harga sejumlah saham membuat pelaku pasar mulai mengakumulasi meski dalam jumlah terbatas. "Namun yang perlu diperhatikan, bursa saat ini masih dibayangi sentimen kenaikan harga BBM, merosotnya nilai tukar rupiah, dan turunnya nilai cadangan devisa," ungkapnya.

Reza memproyeksi pada perdagangan Kamis (13/6), IHSG berada pada level support 4.500-4.535 dan resistance 4.745-4.780. Grafis MACD (moving average convergence/divergence) masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. Sedangkan grafis RSI, William"s %R, dan Stochastic mencoba up reversal, meski masih di area oversold. "Meski belum mengonfirmasi kenaikan signifikan selanjutnya, setidaknya laju IHSG sudah lebih baik," jelasnya.

Equity Analyst PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja memroyeksi, pergerakan IHSG pada Kamis akan sangat dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan FASBI overnight rate menjadi 4,25 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan menyatakan mereka siap membeli obligasi pemerintah di secondary market.

Dari global, data budget bulanan AS diprediksi defisit USD 136,5 miliar bakal meberikan sentimen tambahan. "Secara teknikal indeks diperkirakan bergerak menguat di kisaran 4.643-4.721. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BWPT, ASII, BMRI, INDF," terangnya.

Tekanan Jual Mereda

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya berhasil keluar dari tekanan jual pasca dilanda koreksi selama sepekan. Pada penutupan perdagangan Rabu (12/6), IHSG menanjak 87,94 poin (1,91 persen) ke level 4.697,88. Setali tiga uang, indeks LQ45 juga menguat 20,25 poin (2,67 persen) ke posisi 777,53.
   
Kenaikan IHSG banyak didorong saham-saham industri. Seperti sektor aneka industri menguat 6,14 persen, manufacture basic industry naik 4,63 persen, dan manufaktur menanjak 4,69 persen. Berikutnya disusul consumer goods naik 3,91 persen, properti (3,62 persen), agriculture (2,29 persen), serta infrastructure (0,88 persen). Sebaliknya, indeks pemberat bursa datang dari dua sektor antara lain tambang minus 0,65 persen dan finance berkurang 0,3 persen.

Sepanjang perdagangan bursa berjalan ramai dengan total frekuensi 223.950 kali transaksi pada volume 6,39 miliar lembar saham senilai Rp 10,67 triliun. Kendati demikian, bursa masih dilingkupi aksi jual asing dengan total jual bersih Rp 2,17 triliun. Saham-saham yang banyak dijual asing di antaranya BBRI, BBCA, BMRI, ASRI, dan BBNI.

Head of Research Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski masih mencatatkan net sell, tetapi tekanan jual asing sudah terbatas. Selain itu, rendahnya harga sejumlah saham membuat pelaku pasar mulai mengakumulasi meski dalam jumlah terbatas. "Namun yang perlu diperhatikan, bursa saat ini masih dibayangi sentimen kenaikan harga BBM, merosotnya nilai tukar rupiah, dan turunnya nilai cadangan devisa," ungkapnya.

Reza memproyeksi pada perdagangan Kamis (13/6), IHSG berada pada level support 4.500-4.535 dan resistance 4.745-4.780. Grafis MACD (moving average convergence/divergence) masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. Sedangkan grafis RSI, William"s %R, dan Stochastic mencoba up reversal, meski masih di area oversold. "Meski belum mengonfirmasi kenaikan signifikan selanjutnya, setidaknya laju IHSG sudah lebih baik," jelasnya.

Equity Analyst PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja memroyeksi, pergerakan IHSG pada Kamis akan sangat dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan FASBI overnight rate menjadi 4,25 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan menyatakan mereka siap membeli obligasi pemerintah di secondary market.

Dari global, data budget bulanan AS diprediksi defisit USD 136,5 miliar bakal meberikan sentimen tambahan. "Secara teknikal indeks diperkirakan bergerak menguat di kisaran 4.643-4.721. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BWPT, ASII, BMRI, INDF," terangnya.

Asing Lepas Saham, IHSG Tenggelam 1,8 Persen

JAKARTA - Asing masih mendominasi jual bersih (net sell) pada perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini. IHSG merosot 87,96 poin (1,8 persen) ke 4.777,37.

Sepanjang perdagangan, saham-saham kali ini ditransaksikan sebanyak 171.721 kali transaksi, sebesar 4,264 miliar lembar saham dan senilai Rp 6,397 triliun. Asing tercatat jual bersih Rp 1,232 triliun. 

Mayoritas sektor saham mengalami penurunan, antara lain sektor properti 2,72 persen, infrastruktur 2,09 persen, perdagangan 3,87 persen, konsumer 2,68 persen dan manufaktur 1,2 persen. Sementara sektor saham yang naik antara lain agriculture 1,59 persen dan misc industry 0,32 persen.

Saham-saham yang menjadi penguat IHSG antara lain AALI naik 3,2 persen, INCO naik 3 persen, ADRO naik 2,4 persen, LSIP naik 2,1 persen dan PGAS naik 1,9 persen.

Sementara itu, saham-saham yang menjadi pemberat IHSG antara lain MNCN turun 7,9 persen, LPKR turun 6 persen, SMCB turun 5,9 persen, UNTR turun 5,4 persen dan MAIN turun 5,4 persen.

Kondisi bursa saham regional bergerak variatif, antara lain bursa S&P turun 1,23 persen ke 3.372,66, bursa Nikkei naik 4,94 persen ke 13.514,2, bursa Hongkong naik 0,18 persen ke 21.615,09, bursa Korea naik 0,46 persen ke 1.932,7, bursa Taiwan naik 0,81 persen ke 8.160,55 dan bursa Singapura naik 0,4 persen ke 3.197,37. 

Sumber: KOMPAS.com

Kuartal I/2013 Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan 6,1%6,2%


JAKARTA - Pertumbuhan konsumsi domestik kuartal I/2013 diprediksi melambat, sehingga laju pertumbuhan ekonomi kuartal I/2013 diproyeksi hanya berkisar 6,1%—6,2%.
Konsumsi domestik masih menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) dalam negeri. Konsumsi domestik sendiri terdiri atas konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah.
Latif Adam, Peneliti Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, perlambatan kinerja konsumsi domestik kuartal I/2013 untuk komponen rumah tangga terutama dipicu tingginya laju inflasi Januari-Maret 2013.
“Tingginya inflasi akan menekan daya beli masyarakat, kemudian performa dari sektor konsumsi rumah tangga akan mengalami penurunan,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (5/5/2013).
Meskipun melambat, Latif meyakini konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini.
Jika menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi kuartal I/2013 atau sepanjang Januari—Maret 2013 mencapai 2,43%, tertinggi setidaknya sejak 2009. BPS menunjukkan tingginya laju inflasi tersebut terutama disumbang dari kenaikan harga produk hortikultura.
Dalam catatan BPS, laju inflasi Januari—Maret sejak 2009 sampai 2012, berturut-turut, sebesar 0,36%, 0,99%, 0,7%, dan 0,88%.
Selain itu, Latif juga mengungkapkan melambatnya pertumbuhan penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) juga bisa menjadi indikator melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
Berdasarkan data Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, penerimaan PPN pada kuartal I/2013 mencapai Rp76,2 triliun dengan pertumbuhan hanya 15,5% year-on-year (yoy), lebih kecil dari pertumbuhan di kuartal I/2012 yang mencapai 25,3 % yoy.
Sementara itu di sisi konsumsi pemerintah, Latif mengemukakan belum optimalnya pengeluaran pemerintah pada kuartal I/2013 menyebabkan kontribusinya untuk lebih mendorong laju pertumbuhan ekonomi sulit diharapkan.
“APBN banyak permasalahan, baik dari sisi realisasi maupun sisi efektivitasnya. Kuartal I [2013] ini proporsi yang signifikan tersalur ke belanja rutin seperti subsidi dan gaji pegawai, bukan belanja modal sehingga multiplier effect dari pengeluaran pemerintah belum optimal,” paparnya.
Penyerapan belanja modal pemerintah pada kuartal I/2013 memang lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data Kemenkeu menunjukkan pada kuartal I/2013, realisasi belanja modal hanya 5,6% dari pagu Rp184,4 triliun, menurun dibandingkan realisasi kuartal I/2012 yang mencapai 6,71% dari pagunya.
Di sisi lain, realisasi belanja pegawai pada kuartal I/2013 tercatat tinggi, mencapai 21,1% dari pagu Rp241,6 triliun.
Dalam struktur PDB kuartal I/2012, komposisi konsumsi rumah tangga mencapai 55%, sedangkan konsumsi pemerintah sebesar 7%.
Adapun sepanjang 2012, komposisi konsumsi rumah tangga mencapai 54,6%, sedangkan komposisi konsumsi pemerintah mencapai 8,9%.

Sumber: BISNIS.COM

 
mastemplate
mastemplate
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SwaraBatara.com [SWaraBBkMT] - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger