Harga
Eceran Tertinggi Bahan Bakar Minyak di Kabupaten Barito Utara yang telah lama
ditetapkan pemerintah kabupaten Barito Utara bahkan semenjak kepemimpinan Ir.
H. Ach. Yuliansyah kembali mengalami kemandulan ketika diterapkan dilapangan.
Para
pengecer memang meletakkan price list 7.500,0
rupiah sesuai peraturan yang ditetapkan pemerintah kabupaten, tapi itu adalah
untuk harga bahan bakar yang sesuai dengan kuantitas atau jumlah liter yang
kurang, alias tidak penuh. Sementara untuk takaran liter yang penuh harganya
adalah 9.000,- rupiah.
Ufik
Sis, salah seorang warga jalan Imam Bonjol mengaku merasa sangat kecewa karena
ber ulang- ulang harga yang ditetapkan pemerintah tak pernah di indahkan oleh
para pengecer, “Harga yang tertera sih
memang 7.500,- rupiah, tapi ketika bayar kita harus mengeluarkan 9.000,-
rupiah”, ungkapnya jengkel.
Ufik
Sis merasa bahwa satu klausul penting yang menjadi ukuran keberhasilan
pemerintahan baru ini sebenarnya adalah mentralisir harga BBM yang sudah
terlanjur parah dan memberatkan warga. “Warga sebenarnya tidak terlalu fokus
tentang bagaimana ekonomi bergerak dinamis seperti yang diharapkan ketika
mencoblos pada pilkada 2013, tapi karena BBM adalah kebutuhan dasar yang
mencolok terjadi didepan mata, maka tentu saja BBM menjadi penting untuk kita
menilai standart ukuran keberhasilan manajemen daerah ini”, pungkasnya agak
sedikit emosi.
Hal
yang sama di ungkapkan oleh Halim, warga jalan Rajawali. “Ber tahun- tahun
masalah BBM ini tidak pernah mendapat penyelesaian serius, artinya hanya ber
putar- putar pada tingkat retorika saja, peraturan ada, UU migas cukup, tapi
implementasi dilapangan seperti macan ompong yang berkoar ingin menguasai asia saja”, ujarnya terkekeh satire.
![]() |
| - gambar ilustrasi - |
Lanjut
Halim, yang pakar IT ini, “Fakta ini hampir menjadi antitesa dari megahnya
seluruh penyelenggaraan even- even resmi yang di dukung pemkab, terutama balap
motor dan hiburan lain, tapi miskin ide bagaimana kebutuhan dasar primer warga
dapat terangkat dengan baik”, ujarnya.
Pantauan
SB dilapangan para pengecer memang meletakkan harga sesuai HET yaitu 7.500,-
rupiah, tapi itu untuk BBM dengan takaran tidak sampai 1 liter, sementara yang
1 liter penuh dibanderol 9.000,- rupiah.
Penulis
: Munawar Khalil


Post a Comment